Dari Pelatihan ke Karya: Guru TAV SMK Al Kaaffah Perdalam Kompetensi Audio Video di BBPPMPV BOE Malang

Malang — Peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran di pendidikan vokasi. Hal tersebut juga terus dilakukan oleh SMK Al Kaaffah melalui pengembangan kompetensi guru sesuai dengan bidang keahliannya.
Salah satunya dilakukan oleh Bapak Buyung Damarjati, S.Pd, guru Teknik Audio Video (TAV) SMK Al Kaaffah, yang mengikuti pelatihan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) di Arjosari, Malang.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama kurang lebih dua pekan, dengan materi yang berfokus pada pendalaman pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan berbagai komponen serta perangkat audio video.
Tidak Sekadar Teori, Guru Juga Menghasilkan Produk
Sebagai lembaga pendidikan vokasi, pembelajaran di SMK tidak cukup hanya mengandalkan pemahaman teori. Pengetahuan tersebut perlu diterjemahkan menjadi keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam proses produksi maupun pemecahan masalah di dunia kerja.
Hal inilah yang menjadi salah satu bagian menarik dari pelatihan yang diikuti Bapak Buyung.
Selama mengikuti kegiatan, beliau mendapatkan kesempatan untuk mempelajari lebih detail mengenai proses pembuatan komponen audio video, mulai dari pemahaman konsep hingga penerapannya dalam bentuk produk.
Salah satu hasil karya yang berhasil dibuat dalam pelatihan tersebut adalah power amplifier kelas D.
Karya tersebut menjadi salah satu bukti bahwa proses peningkatan kompetensi guru dapat menghasilkan pengalaman praktik yang konkret. Bagi guru vokasi, pengalaman seperti ini juga menjadi bekal penting untuk kemudian dibawa kembali ke lingkungan sekolah.

Kompetensi Guru yang Kembali ke Ruang Kelas
Menurut perspektif penulis, nilai penting dari pelatihan semacam ini bukan hanya terletak pada sertifikat atau selesainya kegiatan pelatihan, tetapi pada apa yang dibawa pulang dan diterapkan setelah pelatihan selesai.
Ilmu dan pengalaman yang diperoleh Bapak Buyung nantinya akan diimplementasikan dalam pembelajaran Teknik Audio Video di SMK Al Kaaffah.
Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan materi berdasarkan buku atau teori yang sudah ada, tetapi juga berkesempatan memperoleh wawasan dari pengalaman praktik terbaru yang diperoleh gurunya secara langsung.
Pengalaman membuat perangkat seperti power amplifier kelas D juga dapat menjadi contoh pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan karakter pendidikan vokasi. Siswa dapat belajar melihat bagaimana sebuah konsep elektronika diterapkan menjadi sebuah perangkat yang memiliki fungsi nyata.
Membangun Pembelajaran TAV yang Semakin Praktis
Pengembangan kompetensi guru merupakan bagian dari proses panjang dalam membangun pembelajaran vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui keikutsertaan guru dalam pelatihan industri maupun pelatihan berbasis kompetensi, SMK Al Kaaffah berupaya agar kompetensi pendidik terus berkembang dan tetap memiliki keterkaitan dengan praktik keahlian di lapangan.
Bagi siswa Teknik Audio Video, pengalaman yang diperoleh Bapak Buyung dari BBPPMPV BOE diharapkan dapat menjadi tambahan pengetahuan baru yang kemudian hadir dalam kegiatan praktik di sekolah.
Dari ruang pelatihan, menjadi karya. Dari karya, menjadi pengalaman. Dan dari pengalaman guru, kembali menjadi ilmu yang dapat dipelajari oleh siswa.
Kontributor : Fandy
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


