Adab Sebelum Ilmu: Pesan Ibu Khusnul Devi Ainia dalam Upacara Senin SMK Al Kaaffah

Kepanjen — Senin kembali menjadi momentum bagi keluarga besar SMK Al Kaaffah Kepanjen untuk mengawali aktivitas pembelajaran melalui kegiatan upacara bendera rutin. Pada kesempatan kali ini, Ibu Khusnul Devi Ainia, S.Pd. bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan pesan mengenai pentingnya menempatkan adab sebelum ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam amanatnya, Ibu Khusnul mengajak para siswa untuk tidak memandang pendidikan hanya sebagai proses untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan akademik. Menurut beliau, ilmu yang dimiliki seseorang perlu berjalan beriringan dengan adab dan sikap yang baik.
Pesan tersebut salah satunya dikaitkan dengan nilai yang terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 83, yang memuat sejumlah tuntunan mengenai bagaimana manusia seharusnya membangun hubungan dan berperilaku terhadap sesama.
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ ٨٣
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakan salat dan tunaikanlah zakat." Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.

Ibu Khusnul Devi Ainia, S.Pd saat menyampaikan amanat upacara Hari Senin
Ketika Ilmu Tidak Dibarengi Adab
Salah satu poin yang ditekankan dalam amanat tersebut adalah bahwa ilmu tanpa adab dapat melukai orang lain.
Pengetahuan pada dasarnya merupakan sesuatu yang memberikan kemampuan kepada seseorang untuk memahami, menciptakan, mengambil keputusan, maupun menyelesaikan berbagai persoalan. Namun, kemampuan tersebut tetap membutuhkan arah dan batas berupa karakter serta adab.
Seseorang bisa saja memiliki pengetahuan yang luas, tetapi tanpa kemampuan untuk menghargai orang lain, menjaga ucapan, memahami situasi, dan bertanggung jawab atas tindakannya, ilmu yang dimiliki justru berpotensi digunakan dengan cara yang kurang tepat.
Pesan inilah yang menjadi relevan bagi siswa SMK. Pendidikan vokasi tidak hanya berbicara mengenai skill, tetapi juga bagaimana skill tersebut nantinya digunakan ketika siswa memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Kemampuan teknis akan membantu seseorang menyelesaikan pekerjaan. Sementara itu, adab dan karakter akan menentukan bagaimana seseorang bekerja bersama orang lain, menerima arahan, menghadapi perbedaan, serta mempertanggungjawabkan pekerjaannya.
Pendidikan Bukan Sekadar Tentang Nilai
Pesan tentang adab sebelum ilmu juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang siswa tidak hanya dapat dilihat dari angka yang tercantum dalam rapor.
Di lingkungan sekolah, siswa belajar banyak hal setiap hari. Ada yang berkaitan langsung dengan mata pelajaran, ada pula yang sebenarnya merupakan pembelajaran tidak langsung: bagaimana menghormati guru, menghargai teman, mematuhi aturan, bertanggung jawab terhadap tugas, hingga belajar mengendalikan diri.
Hal-hal tersebut mungkin tidak selalu muncul dalam bentuk soal ujian, tetapi justru akan terus dibawa oleh siswa ketika mereka meninggalkan bangku sekolah.
Pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat untuk membentuk siswa yang tahu sesuatu, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk manusia yang mampu menggunakan apa yang diketahuinya dengan cara yang baik.
Menghadapi UTS, Saatnya Mulai Mempersiapkan Diri
Selain menyampaikan pesan mengenai adab dan ilmu, Ibu Khusnul juga mengingatkan siswa bahwa kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) akan segera dilaksanakan.
Para siswa diharapkan tidak menunggu hingga mendekati hari pelaksanaan untuk mulai belajar. Persiapan dapat dilakukan sejak sekarang dengan kembali membuka materi yang telah dipelajari, memahami bagian yang masih belum dikuasai, serta membangun kebiasaan belajar secara lebih teratur.
UTS bukan hanya menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali proses belajar yang sudah dilakukan selama beberapa waktu terakhir.
Karena itu, persiapan menghadapi UTS idealnya tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan belajar.

Siswa SMK Al Kaaffah yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Tengah Semester
Adab, Ilmu, dan Masa Depan Siswa
Jika ditarik lebih jauh, pesan yang disampaikan dalam upacara kali ini sebenarnya memiliki hubungan erat dengan tujuan pendidikan di SMK Al Kaaffah.
Siswa dipersiapkan bukan hanya untuk menyelesaikan pendidikan di sekolah, tetapi juga untuk menghadapi kehidupan setelah lulus. Ada yang nantinya melanjutkan kuliah, bekerja, berwirausaha, maupun menempuh jalur kehidupan lainnya.
Di setiap pilihan tersebut, ilmu dan keterampilan memang penting. Namun, kemampuan untuk membawa diri, menghormati orang lain, menjaga integritas, serta bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Karena itu, pesan “adab sebelum ilmu” bukan sekadar nasihat yang selesai setelah upacara berakhir. Ia menjadi pengingat bahwa semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakan ilmu tersebut dengan baik.
Upacara Senin kali ini pun menjadi awal yang baik untuk memasuki pekan pembelajaran dengan dua pengingat sederhana: belajar dengan sungguh-sungguh dan tetap menjaga adab dalam setiap prosesnya.
Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak ilmu yang berhasil kita kumpulkan, tetapi juga tentang menjadi manusia seperti apa setelah ilmu itu kita miliki.
Kontributor : Fandy
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


