Google Education Specialist Kembali Hadir di SMK Al Kaaffah, Guru Mendalami Google Workspace for Education

Kepanjen, 5 Agustus 2026 — Transformasi pembelajaran di era digital tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat dan akses internet. Guru juga perlu terus memperbarui wawasan mengenai teknologi yang dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang berlangsung di SMK Al Kaaffah Kepanjen, Rabu, 5 Agustus 2026. Sekolah mendapatkan kunjungan kedua dari Kak Arija Rose Wanodya, seorang Google Education Specialist, dalam agenda lanjutan pengenalan dan pelatihan Google Workspace for Education.
Kunjungan kali ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang berlangsung sekitar satu bulan sebelumnya. Pada kunjungan pertama, Kak Arija bertemu dengan Kaprodi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta guru coding SMK Al Kaaffah untuk berdiskusi dan melihat lebih dekat kebutuhan serta potensi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.
Jika pertemuan pertama menjadi pintu pembuka, maka kunjungan kedua ini membawa pembahasan tersebut ke lingkup yang lebih luas.
Dari Mengenal Google hingga Menemukan Banyak Tools Baru
Selama ini, sebagian guru SMK Al Kaaffah telah terbiasa menggunakan beberapa layanan Google untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Namun, kegiatan ini membuka perspektif baru bahwa ekosistem Google Workspace for Education memiliki berbagai tools yang dapat dimanfaatkan lebih jauh dalam proses pembelajaran.
Dalam sesi yang diberikan, para guru diperkenalkan dengan sejumlah tools dan layanan yang sebelumnya belum banyak mereka kenal, di antaranya Gemini Notebook, Google Vids, dan Google Classroom.
Pengenalan tersebut tidak berhenti pada sekadar mengetahui nama dan fungsi tools. Para guru diajak melihat bagaimana teknologi tersebut berpotensi diterapkan dalam aktivitas pembelajaran.
Bagi guru, pemahaman seperti ini menjadi penting karena teknologi seharusnya tidak hadir hanya sebagai tambahan dalam pembelajaran, tetapi dapat digunakan untuk menyederhanakan pekerjaan, meningkatkan kolaborasi, membantu penyusunan materi, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa.
Guru Juga Perlu Terus Belajar
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah bagaimana perkembangan teknologi menuntut bukan hanya siswa, tetapi juga guru untuk terus belajar.
Perubahan teknologi digital berlangsung sangat cepat. Tools yang hari ini belum banyak dikenal dapat menjadi bagian dari aktivitas kerja dan pembelajaran dalam waktu yang relatif singkat.
Karena itu, kesempatan mendapatkan wawasan secara langsung dari seorang Google Education Specialist memberikan pengalaman yang berbeda bagi para guru SMK Al Kaaffah.
Para guru dapat melihat langsung berbagai kemungkinan pemanfaatan teknologi sekaligus mendiskusikan bagaimana teknologi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan.
Kesan positif pun terlihat dari antusiasme para guru selama kegiatan. Berbagai tools yang diperkenalkan memberikan perspektif baru bahwa masih banyak teknologi yang dapat dieksplorasi untuk mendukung proses pembelajaran.
Menuju Pembelajaran yang Semakin Digital
Bagi SMK Al Kaaffah, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah sekolah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Terlebih sebagai sekolah vokasi, siswa tidak hanya perlu dibekali kompetensi sesuai bidang keahliannya, tetapi juga perlu dipersiapkan menghadapi lingkungan kerja yang semakin terdigitalisasi.
Namun, transformasi tersebut tentu tidak dapat hanya dibebankan kepada siswa.
Guru harus menjadi bagian dari proses transformasi itu sendiri.
Ketika guru memiliki wawasan dan kemampuan memanfaatkan teknologi dengan baik, teknologi tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran.
Kunjungan kedua Kak Arija Rose Wanodya ke SMK Al Kaaffah sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi digital guru dapat dibangun melalui proses yang berkelanjutan: bertemu, berdiskusi, mencoba, kemudian mengimplementasikan.
Harapannya, wawasan yang diperoleh dari kegiatan ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi perlahan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa SMK Al Kaaffah.
Sebab pada akhirnya, digitalisasi pendidikan bukan tentang seberapa banyak tools yang dimiliki sekolah, tetapi seberapa bermakna teknologi tersebut digunakan untuk membantu guru mengajar dan siswa belajar.
Kontributor : Fandy
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



